Sejarah

Jejak Misi Katolik di Balikpapan :https://youtu.be/92BxmNNhGzw

Di Kota Balikpapan dan sekitarnya, terdapat tiga paroki yang melayani umat Katolik yaitu Paroki St. Petrus dan Paulus Dahor, Paroki Prapatan (St. Theresia) dan Paroki Santo Klemens I, Sepinggan.

Pada mulanya, Gereja St. Petrus & Paulus Dahor berawal dari Stasi Paroki St. Theresia. Pada tahun 1946, Pemerintah daerah menghibahkan tanah untuk pembangunan gereja di daerah Kampung Baru, Balikpapan, Namun kemudian terjadi sengketa tanah. Pada tahun 1958, umat Katolik mendapat sebidang tanah dari BPM (Bataafsche Petroleum Maatscha PPY) dan bangunan kecil gereja dari bahankayu.

Pada tanggal 24 Mei 1959, Izin Pendirian Bangunan Gereja diperoleh di lokasi saat ini. Gereja ini diberkati oleh Uskup Mgr. Dermateau pada tanggal 13 Januari 1962.

Pada tanggal 15 September 1977, kepemimpinan gereja dialihkan dari KongregasiKeluarga Kudus (MSF) kepada Kongregasi Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI).[1]

Paroki Dahor Balikpapan adalah paroki Gereja Katolik Roma yang terletak di kota Balikpapan, berada di bawah Keuskupan Agung Samarinda. Paroki ini melayani wilayah Balikpapan Barat, Balikpapan Utara, dan Balikpapan Tengah, serta di kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara di Jalan Balikpapan-Samarinda Km 45.

Stasi St. Yosep KM.15

Stasi St. Yosep bermula dari sekompok transmigan asal Jawa Tengah yang berjumlah 8 KK (21 Jiwa). Pada tahun 1977 kapel pindah kelokasi yang lebih strategis dekat jalan raya Balikpapan-Samarinda dan resmi menjadi Stasi dari Paroki St.Petrus dan Paulus, Balikpapan. Stasi St.Yosep mengalami perkembangan sehingga kapel tidak lagi mencukupi menampung umat sehingga dibongkar dan dibangun sebuah gereja baru.

Stasi KM 45 GerejaUtuslahRoh Mu yaTuhan

Dimulainya pelayanan tidak diketahui, namun telah ada semenjak pelayanan di Stasi KM.15. Karena sebaran umat yang tinggal di sekitar daerah KM.35-40 dan KM.48, maka pada tahun 1984 dimulai pembangunan Gereja Utuslah RohMu YaTuhan di KM.45.

Pemilihan lokasi KM.45 di sebuah bukit yang dipandang strategis dan dapat dijangkau umat. Stasi ini masuk wilayah Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Pada perkembangan selanjutnya dilakukan pembangunan Pastoran dengan aula kecil, rumah koster, Gedung Pertemuan Ave Maria, Aula Emaus dan komplek Gua Maria.

 

Stasi KM.45 terdapat 3Lingkungan.

  1. LingkunganArnoldusYansen
  2. Lingkungan Don Bosco
  3. Lingkungan Ave Maria

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Stasi St. Yosep KM.15 terdiri dari 7 Lingkungan:

  1. Lingkungan Aim Karim
  2. Lingkungan Santo Eugenius
  3. Lingkungan Santo Lukas
  4. Lingkungan Santa Maria Imakulata
  5. Lingkungan Santa Anunsiata
  6. Lingkungan Mater Christi
  7. LingkunganBeato Joseph Gerard

Stasi KM.45 terdapat 3Lingkungan.

  1. LingkunganArnoldusYansen
  2. Lingkungan Don Bosco
  3. Lingkungan Ave Maria

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Terdapat 14 lingkungan di dalamkota Balikpapan, serta lingkungan-lingkungan di stasi-stasi.

  1. Lingkungan Santo Petrus
  2. Lingkungan Santo Paulus
  3. Lingkungan Santo Agustinus
  4. Lingkungan Santo Andreas
  5. Lingkungan Santo Yoseph
  6. Lingkungan Santo Ignasius
  7. Lingkungan Santo Fransiskus
  8. Lingkungan Santo Aloysius
  9. Lingkungan Santo Yohanes
  10. Lingkungan Santa Maria
  11. Lingkungan Santa Bernadeth
  12. Lingkungan Santa Clara
  13. Lingkungan Santa Theresia
  14. Lingkungan Santa Katarina

Stasi St. Yosep KM.15 terdiri dari 7 Lingkungan:

  1. Lingkungan Aim Karim
  2. Lingkungan Santo Eugenius
  3. Lingkungan Santo Lukas
  4. Lingkungan Santa Maria Imakulata
  5. Lingkungan Santa Anunsiata
  6. Lingkungan Mater Christi
  7. LingkunganBeato Joseph Gerard

Stasi KM.45 terdapat 3Lingkungan.

  1. LingkunganArnoldusYansen
  2. Lingkungan Don Bosco
  3. Lingkungan Ave Maria

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Para pastor OMI yang berkarya di paroki ini:

  1. P. Petrus Maria Mitro Darmo (1977-1989; 2002-2010)
  2. P. Pancrazio Di Grazia (1977–1978)
  3. P. Carlo Bertolini Yalai (1979–1983; 1992-1995; 2010-sekarang)
  4. P. Mario Bertoli (1989–1991)
  5. P. Yoseph Rebusi (1995–2008; 2010-2014)
  6. P. Nicolas Setija Widjaya (1995–2002)
  7. P. FX. Rudi RahkitoJati (2001–2004)
  8. P. Agutinus Sattu (2004–2008)
  9. P. G. Basir Karimanto (2008–2010)
  10. P. Ag. Adeodatus Wiyono (2008–2011)
  11. P. Bernardus Agus Rukmono, OMI (2011-2012)
  12. P. Ig Wasono Putro, OMI (2012–2014)
  13. P. Ignatius Priyantoro, OMI (2014-Sekarang)

Terdapat 14 lingkungan di dalamkota Balikpapan, serta lingkungan-lingkungan di stasi-stasi.

  1. Lingkungan Santo Petrus
  2. Lingkungan Santo Paulus
  3. Lingkungan Santo Agustinus
  4. Lingkungan Santo Andreas
  5. Lingkungan Santo Yoseph
  6. Lingkungan Santo Ignasius
  7. Lingkungan Santo Fransiskus
  8. Lingkungan Santo Aloysius
  9. Lingkungan Santo Yohanes
  10. Lingkungan Santa Maria
  11. Lingkungan Santa Bernadeth
  12. Lingkungan Santa Clara
  13. Lingkungan Santa Theresia
  14. Lingkungan Santa Katarina

Stasi St. Yosep KM.15 terdiri dari 7 Lingkungan:

  1. Lingkungan Aim Karim
  2. Lingkungan Santo Eugenius
  3. Lingkungan Santo Lukas
  4. Lingkungan Santa Maria Imakulata
  5. Lingkungan Santa Anunsiata
  6. Lingkungan Mater Christi
  7. LingkunganBeato Joseph Gerard

Stasi KM.45 terdapat 3Lingkungan.

  1. LingkunganArnoldusYansen
  2. Lingkungan Don Bosco
  3. Lingkungan Ave Maria

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]